Mewaspadai Bahaya Laten Komunisme

Catatan sejarah peristiwa G30S/PKI sampai saat ini masih menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Melihat betapa bengisnya faham komunis mencoba merubah ideologi pancasila dengan ideologi atheis mendapat perlawanan sengit diberbagai daerah. Kebengisan yang ditunjukkan oleh fakta sejarah akan terus bergejolak meskipun memaafkan memang terkadang diperlukan sekedar untuk menguatkan sikap ikhlas atas apa yang sudah terjadi. Peristiwa tersebut akan terus dikenang sebagai bentuk kebiadaban ideologi kotor yang haram untuk tumbuh di Indonesia. Indonesia dengan falsafah religiusnya akan kokoh dijaga oleh generasinya, maka mengenalkan sejarah peristiwa G30S/PKI adalah upaya konkrit yang harus terus dilakukan untuk menguatkan mindset generasi milenial serta mengokohkan kuatnya ideologi pancasila sampai kapanpun. Menapaki sejarah berarti kita mencari sumber sekaligus menjadikannya sebagai legalitas kebenaran fakta dan realita bahwa PKI yang berafiliasi dengan faham komunis telah melukai dan mengancam bangsa ini dari sudut pandang kejahatan dan keamanan Negara. Setiap menjelang 30 September isu kembali tumbuhnya akar Komunis selalu hangat untuk didiskusikan oleh siapa saja tidak terkecuali peserta didik yang harus mendapatkan sumber informasi yang akurat berdasarkan fakta sejarah. Fakta sejarah peristiwa kelam G30S/PKI harus tersampaikan secara benar masifnya upaya bangkitnya faham komunis dapat ditepis sejak dini. Diantara upayanya adalah memutar film dokumenter G30S/PKI yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta didik. Pemutaran film dokumenter bagi peserta didik dapat dilakukan dengan pendampingan, baik pendampingan dari sekolah maupun pendampingan dari orang tua. Pendampingan dari sekolah dapat dilakukan dengan cara guru memberi pengantar sebelum film dokumenter diputar dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengkritisi atas konten film dokumenter tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak ada gagal paham peserta didik dalam mempelajari fakta sejarah bangsa. Tidak hanya guru agama, guru sejarah, atau guru PPKn saja tetapi semua pendidik wajib menyatupadukan visi dan misi bahwa ideologi komunisme, dan organisasi terlarang lainya adalah bertentangan dengan ideologi pancasila dan UUD 1945 Pendampingan ketika dirumah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran orang tua. Ketika muncul pertanyaan dari peserta didik maka guru harus secara benar menyampaikan dan menjelaskan rentetan sejarah agar rasa penasaran peserta didik dapat terjawab sesuai fakta kebenarannya. Akhir ini pemutaran film dokumenter G30S/PKI menuai pro dan kontra dimasyarakat. Ada yang sepakat namun juga ada juga yang menolak dengan dalih masih ada kesimpangsiuran fakta sejarahnya. Pro dan kontra atas pemutaran film dokumenter G30S/PKI harus disikapi dengan bijaksana oleh semua pihak agar tidak terjadi debat kusir atas upaya mengenalkan sejarah kepada masyarakat khususnya generasi milenial. Mereka yang sepakat atas pemutaran film dokumenter tersebut harus difasilitasi begitu juga sebaliknya mereka yang kontra atas upaya pemutaran film dokumenter tidak membuat statemen yang mengkerdilkan pihak lain. Memperingati Hari Kesakitan Pancasila Di hati masyarakat Indonesia, Pancasila adalah ideologi yang tidak akan tergantikan oleh ideologi apapun. Secara komprehensif, Pancasila telah mengakomodir ide dan gagasan masyarakat Indonesia, termasuk kebebasan beragama. Ideologi Pancasila secara nyata telah memayungi seluruh bentuk perbedaan yang ada, mulai perbedaan bahasa, adat istiadat, budaya, suku, dan keberagaman lain. Peristiwa kelam G30S/PKI yang dilatarbelakangi oleh brutalnya oknum, cukup menjadi pengingat bagi kita bersama agar apapun bentuk yang mengarah tumbuh ataupun bangkitnya ideologi komunis harus kita kenali sejak dini. Bahaya laten Komunis dengan berbagai modusnya harus menjadi konsen kita bersama, sikap saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling mawas diri harus terus digelorakan kapan saja dan dimana saja. Bukti saktinya Pancasila harus terus kita jaga, agar kemurnian ideologi Pancasila tidak tergantikan oleh ideologi apapun sampai kapanpun. Maka sinergi bersama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sangat penting dilakukan agar tumbuh kembang komunisme dapat kita lawan sekuat tenaga. Akhirnya, dalam peringatan hari kesaktian pancasila hendaknya tidak sekedar ritual tanpa makna, agar paham komunis serta paham yang mendukung lahirnya kembali paham terlarang dapat kita tangkal dengan berbagai usaha. Penulis adalah Guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMA Islam Al Azhar 15 Kalibanteng Semarang

Komentar

Posting Komentar